Puisi Rakyat

Puisi RakyatPuisi Rakyat – Rakyat adalah penduduk yang menghuni suatu negeri. Baik tua, muda dan balita juga termasuk dari kependudukan itu. Rakyat sering dibedakan dalam status sosialnya, mereka yang miskin dan tidak memiliki tempat tinggal di sebut Rakyat Jelata. Sedangkan mereka yang memiliki status Bangsawan dan memiliki kekayaan berlimpah derajatnya dianggap lebih tinggi. Bahkan meski tata krama para Bangsawan semena-mena pada yang di bawahnya, semua memilih diam. Dan beranggapan bila itu suatu hal yang lumrah.

Ketimpangan sosial antara rakyat dan kaum Bangsawan sudah ada sejak dahulu, bahkan dari zaman dahululah muncul kasta-kasta yang ditetapkan pada suatu negara atau daerah. Rakyat kecil hanya di anggap sebagai babu dan hanya pantas direndahkan. Sedangkan mereka yang terlahir dari para Bangsawan, bebas berbuat sesuka hati pada para rakyat kecil. Hingga sekarang, anggapan rakyat kecil sering diremehkan. Padahal rakyatlah yang bekerja keras. Jika bukan karena rakyat kecil, maka kebutuhan pokok seperti nasi, sayur dan daging tidak akan ada.

Para Bangsawan tidak akan mau bersusah payah bercocok tanam, memelihara binatang ternak dan pekerjaan kasar lainnya. Karena itu, sebaiknya mereka yang berada di atas. Baik kaum Bangsawan, maupun yang lebih kaya menghormati rakyat kecil. Dan tidak berbuat semena-mena pada rakyat yang ada dibawahnya. Hendaknya suatu pemerintahan, atau negara mengutamakan kepentingan rakyatnya dari pada kepentingan individu maupun kelompok. Agar rakyat hidup sejahtera dan berkecukupan. Sehingga tidak terjadi ketimpangan sosial di sana-sini.

Pemerintah hendaknya memberikan fasilitas yang layak pada rakyatnya, seperti rumah sakit, sekolah dan tempat tinggal agar mereka bisa hidup dengan baik. Dipermudahkan segala urusannya terutama saat rakyat sedang sakit. Karena sampai saat ini, jika rakyat kecil berobat pastilah di anak tirikan. Bahkan dibiarkan menunggu berjam-jam hanya karena mereka menggunakan kartu bantuan. Jika rakyat hidup dengan layak, dan mendapatkan perlindungan. Niscaya negara ini akan semakin maju dan makmur. Karena dari rakyatlah generasi yang akan datang ada. Dan memajukan negara ini. Silahkan disimak puisi rakyat dibawah ini :

Rakyat

Rakyat adalah kita
jutaan tangan yang mengayun dalam kerja
di bumi di tanah tercinta
jutaan tangan mengayun bersama
membuka hutan lalang jadi ladangladang berbunga
mengepulkan asap dari cerobong pabrikpabrik di kota
menaikkan layar menebar jala
meraba kelam di tambang dan batubara
Rakyat ialah tangan yang bekerja

Rakyat ialah kita
otak yang menapak sepanjang jemaring angkaangka
yang selalu berkata dua adalah dua
yang bergerak di simpangsiur garis niaga
Rakyat ialah otak yang menulis angka-angka

Rakyat ialah kita
beragam suara di langit tanah tercinta
suara bangsi di rumah berjenjang bertangga
suara kecapi di pegunungan jelita
suara bonang mengambang di pendapa
suara kecak di muka pura
suara tifa di hutan kebun pala
Rakyat ialah suara beraneka

Rakyat ialah kita
puisi kayamakna di wajah semesta
di darat
hari yang berkeringat
gunung batu berwarna coklat
di laut
angin yang menyapu kabut
awan menyimpan topan
Rakyat adalah puisi di wajah semesta

Rakyat ialah kita
darah di tubuh bangsa
debar sepanjang masa

Rakyat Menangis

Rakyat memilihmu dan negara menguatkan mu
Begitu banyak tontonan yg kulihat di tv, koran dan internet,
Kau terlalu asyik dengan duniamu
Mudah sekali untuk bersilat lidah dengan lihainya
Tampil memukau, janji serapah dengan gaya khas sang pejuang…

Miris…. terlalu bermain peran yg begitu naif
Katamu aku juga manusia
Kataku jika manusia kenapa berdosa
Kalau berdosa adalah manusiawi
Bila manusiawi jangan berbuat salah
Oh manusia-manusia terpilih
Ada saja kesilapan yg tersirat

Kadang kau tidur nyenyak dengan puing mimpi
Kami terlupakan dengan cara yg sadis
Kalian terbangun dan mengusap mata, hanya mimpi
Kami tersudut dan meratapi nasib
Oh sungguh tuan bermuka manis
Menyulam janji di tengah kain rapuh
Memintal program sedemikan halus, tanpa cacat dan salah

Butuh opini dan jajak pendapat
Sepatutnya kriteria diperjelas
Negeri ini butuh orang waras
Bukan gila akan harta dan jabatan

Semayamkan di hati para wakilku
Kita adalah tangan rakyat
Yang harus menyentuh dan sampai pada hati rakyat
Sekali kita berpaling selamanya dosa berjamaah dibawa mati

Rakyat Pinggiran

Ketika sumpah….
Berubah jadi sampah

Maka pejabat….
Berubah jadi penjahat

Kadang mereka jadi rayap,
Di mana ada harta di sana mereka mengeriap

Jika ada yang mengotak-atik
Mereka kontan balik mengusik

Menyasar para pemimpin yang baik
Agar kursinya pada terbalik

Seperti ada gubernur yang mahir
Malah dituding kafir

Tak peduli ibu pertiwi menangis
Uang recehpun mereka kais

Spirit kerja mereka hanya serakah
Rakus kumpulkan yang bukan jatah

Kepada uang cinta melekat
Tak peduli meski jadi pemimpin kualat

Ada yang katanya mewakili rakyat
Harusnya menjunjung rakyat yang berdaulat

Tapi wakil itu malah merongrong
Meski tahu rakyat masih ada yang hidup di kolong..

Tuhan, Islamkah kami ?
Tuhan, Protestankah kami ?
Tuhan, Katolikkah kami ?
Tuhan, Budhakah kami ?
Tuhan, Hindukah kami ?
Tuhan, Kong Hu Cu kah kami ?

Mereka tak pusing ajaran agama
Mereka hanya peduli harta dan tahta

Rakyat hanya punya puisi
Rakyat tak punya kursi

Hanya pada-Mu Tuhan, kami mengadu

Kaum Terbuang

Kaum terbuang rela dibikin debu
Rumah mereka ditebang
Kaos mereka menyangkut dipinggir kali
Dan menjadi reruntuhan gedung lama

Mereka terhina
Dan menangis
Melihat keserakahan pasar modal
Melahap habis ekonomi rakyat dan daerah

Percuma kerja keras dan poster di pohon-pohon
Sebab mereka tinggal di tepi sawah kering
Yang lumutan dan lembab

Itulah yang bisa kami sampaikan terkait dengan puisi rakyat, semoga bisa bermanfaat bagi kalian semua.