Puisi Sedih Bagian Ke Tiga dari Nomor 11 – 15

Puisi Sedih Bagian Ke Tiga dari Nomor 11 – 15 – Ini adalah halaman ketiga dari potongan artikel halaman pertama dan kedua yang berisi beberapa puisi sedih dengan judul kesedihan yang tersembunyi, terakhir, ibu, kenangan yang tersisa, terbuang masa laluku, silahkan disimak :

Artikel Utama : 15 Puisi Sedih Tentang Penantian Kekasih yang Selalu Dihati

11. Puisi Sedih dengan Judul Kesedihan Yang Tersembunyi

Sementara semuanya terlihat baik-baik saja
Namun dibalik semua itu tersembunyi kesedihan
Kesedihan yang selalu bersembunyi di hatiku

Kesedihan itu tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata
Kesedihan yang selalu tersimpan di hatiku
Seperti ketika hujan turun ke bumi
Jadi setiap tetes hujan menyiratkan kesedihan yang mendalam

Kesedihan yang dapat menghancurkan hati siapa pun
Ketika mendengarkan tangisan kesedihan
Kesedihan yang telah terjadi
Saya menyimpan dan menyimpannya di hati saya selama beberapa dekade

Tanpa ada yang menyadarinya
Kesedihan yang selalu menyiksa hari-hariku
Kesedihan yang selalu menghantuiku.
Saya ingin berteriak keras

Untuk menggambarkan semua kesedihan dan rasa sakit yang saya rasakan
Tapi apa kekuatanku
Saya tidak bisa mengungkapkan semua kesedihan saya kepada semua orang
Biarkan Biarkan Dukaku Tetaplah selamanya.

12. Puisi Sedih dengan Judul Terakhir

Tidak ada lagi laut di antara kita
Juga ombak
Buih yang tersisa

Pergi saja
Kerang kerang di pantai
Tidak ada yang diucapkan lagi
Terutama rasanya

Kecuali rasa asin di sudut bibir
Di ujung lidah hanya ada ratapan
Rasakan puisi terakhirmu.
Dan saya tidak akan pernah lagi

Membisikkan nama Anda
Karena saya tidak lagi ketinggalan
Untuk berbagi dengan Anda
Semua telah jatuh dalam cara yang abadi

13. Puisi Sedih dengan Judul Ibu

Ibu..
Saya pikir rumah yang jauh dari rumah itu menyenangkan
Saya pikir jauh dari rumah adalah surga bagi usia saya

Ibu..
Ternyata benar jauh dari rumah itu menyenangkan
Saya tidak perlu repot mencari alasan untuk pergi dengan seorang teman
Saya tidak perlu berbohong kepada Anda untuk mendapatkan izin ketika keluar

Ibu..
Jauh dari rumah, saya merasa bebas melakukan apa pun yang saya inginkan

Namun,
Semakin aku merasa kesepian
Tidak ada teman lagi untuk saya ajak bicara
Tidak ada suasana ramai di malam hari
Tidak ada lagu ninabobo
Aku merasa sangatlah kesepian.

Aku rindu ibu ..
Saya merindukan tawa keluarga yang kita ciptakan
Saya rindu bermain dengan saudara perempuan saya
Aku rindu dimarahi ketika aku pulang larut malam

Ibu..
Saya mohon, bawa saya pulang ..
Menjadi dewasa itu tidak menyenangkan

14. Puisi Sedih dengan Judul Kenangan Yang Tersisa

Setiap kali saya berbagi dengan teman-teman saya
Teman selalu hadir sampai malamku
Menemani sampai matahari terbenam
Sampai cahaya memudar dengan cepat

Ribuan bintang bertabur bintang menghiasi langit
Saat kamu memperindah saya
Aku menggenggam erat tanganmu yang lembut
Saat kamu menatap dengan gembira.

Maaf saya tidak melihat Anda di menit terakhir Anda
Sampai jumpa lagi …
Anda berbaring bangun tidur
Tapi saya menangis

Saya tahu Anda senang di sana
Pergi ke Yang Mahakuasa
Tapi saya sedih di sini
Hanya bisa melihat sisa ingatan.

15. Puisi Sedih dengan Judul Terbuang Masa Laluku

Saya sudah terlalu jauh
Tapi masa lalu tidak pernah salah
Bagi saya masa lalu tidak perlu dihapuskan
Ada masa depan di sana

Dan dia terus menyapa
Sampai saya mengejar gairah
Temui aku padanya
Tapi saya lupa masa lalu saya

Sampai sekarang saya jatuh
Saya lupa pelajaran besarnya
Saya lupa tentang kekuatan jimat saya
Saya lupa sumber kekuatan saya.

Sungguh, sejuta kali saya bertemu
Terpikat oleh rasa mati rasa
Lurus ke depan, aku berjalan
Karena semangat masa depan

Tanpa berbalik saya percaya
Sampai aku melupakan diriku sendiri
Sekarang lagi bertabrakan lagi
Saya lupa cara menghindarinya

Saya lupa menyapanya
Saya lupa melihat ke belakang
Saya minta maaf untuk masa lalu
Maafkan aku karena melupakanmu

Artikel Sebelumnya : Puisi Sedih Bagian Ke Dua dari Nomor 6 – 10

Tags: