Puisi Senja

Puisi SenjaPuisi Senja – Senja, jika berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI dan Tesaurus Indonesia, artinya adalah waktu atau hari, setengah gelap sesudah Matahari tenggelam. Senja, juga bisa diartikan dengan nama seseorang, dan mengenai usia. Senja identik dengan langit berwarna kemerahan atau jingga berada di ufuk cakrawala. Banyak orang berburu momen senja di daerah pegunungan dan pantai, dengan tujuan mengabadikannya dalam lensa kamera.

Banyak pasangan muda dan mudi, menggunakan momen itu untuk menciptakan momen tak terlupakan. Misalnya berciuman dengan orang yang dicintai saat Matahari telah senja. Dengan memulai berjalan bergandengan tangan berdua sepanjang pantai. Senja memiliki kisah tersendiri bagi semua orang. Namun banyak daerah pedalaman melarang para remaja keluyuran di kala senja, karena ada beberapa mitos setempat yang mengatakan jika senja adalah saat di mana para Mahluk halus keluar dari sarangnya.

Namun bagi beberapa tempat terutama Negara Barat, atau para turis senang mencari spot yang tepat untuk melihat proses senja dan mengabadikannya dalam bentuk foto. Mereka tidak percaya dengan hal-hal yang gaib. Senja selain memberikan panorama alam yang indah, juga bisa digunakan untuk membuat puisi atau lagu yang bernuansa romance.

Para Seniman atau Penyair sering membuat puisi atau kata-kata pujangga yang berhubungan dengan senja. Nah berikut ini puisi senja yang bisa kalian simak :

Puisi Senja di Ufuk Barat

Kala senja tiba
Matamu tak lepas menatapnya
Wajahmu tertimpa cahaya keemasan yang menyilaukan
Dan saat itu jantungku berdegub kencang, mengalun melodi indah dari surga

Saat Mentari malu-malu kembali keperaduannya
Saat itu kita akan menyisiri pantai dengan bergandengan tangan dan bercanda tawa
Hingga kini, kala usiaku telah senja
Kenangan yang masih terukir jelas di sanubari tentang kita

Duhai senja di ufuk Barat
Masihkah tersimpan rasa dihatinya?
Tentang kami?
Tentang segala kenangan yang terjalin dulu?

Aku merindukan saat jemari kita bertautan
Aku merindukan rasa manis bibirmu dari sebuah ciuman
Aku merindukan saat-saat kita bersama berbagi segala suka dan lara
Wahai senja di ufuk Barat, aku merindukannya

Puisi Senja Menjelang Malam

Lihatlah senja di ufuk sana,begitu indah,,
dihiasi suasana alam henbuskan angin,,
membuat daun nyiur melambai kegirangan,,
bersorak gembira dengan gesekan daunnya,,

mentaripun enggan untuk melewatinya,,
terkesima dengan jingganya senja,
namun ia tak kuasa melawan kehendak
yang kuasa malanggar garis yang ada,,

ke’inginan hatipun kian sirna di buatnya,,
se’iring angin berhembus dengan sayunya,,
burung burung berbondong untuk pulang,,
meninggalkan bayangan tak berjejak,,

suasanapun menjadi sunyi sembunyi di balik sepi,,
menata satu cerita menjadi kenangan dalam jiwa,,
mempersatukan suka dalam duka,suram dan ke’indahan,,
menjadi coretan lama di dalam kehidupan,,

bintang pun mulai beranjak dari peristirahatannya,,
bertebaran menghiasi malam dalam kekelaman,,
mengantar sebuah kenaangan yang di titipkan senja,,
ketempat yang hakiki dalam ke’abadian,,

Puisi Senja Sedih

masih ingatkah janji yang pernah kau ucap,,
ketika senja menebarkan warna jingganya,,
menyaksikan bait bait yang kau untai
menjadi sya’ir yang begitu indah,,

yang membat burung burung terdiam sejenak,,
dalam kicauan yang sedang memanggil sahabat
sahabatnya tuk kembali ke pesanggrahannya,,

anginpun membelai mesra suasana jingga,,
hingga tak satupun suara dedaunan terdengar
membisik telinga dalam jiwa,,
itulah saksi janjimu yang merasuk bathinku,,
tak kan pernah ku lupakan sa’at itu,,

karna itu bagian dari hidupku,,
isi dari irisan jiwaku,,
yang membuatku mampu tegar selalu,,
arungi hudup karena janjimu,,

Puisi Cinta dibalik Senja

bila senja datang aku slalu memandang,,
melukis wajahmu dengan bias bias jingga,,
bertinta rasa berkuaskan jiwa,,
menjadikan langit sebagai kamfasnya,,
angin bertiup dengan sayu menyapa raga,,
rumput rumput bergoyang bergerak penuh tanya,,
burung burungpun berkicau dalam teriakannya,,

namun sayang aku tak mengerti bahasa isyaratnya,,
aku hanya memandang dan terus memandang,,
raut wajahmu yangku lukis indah di senja sana,,
yang membuatku selalu teringat denganmu,,
seakan waktu tak bisa menghapusmu dalam benakku,,

namun sayang sungguh sayang kau tak tau ini terjadi,,
perasa’an yang indah menghantui jiwa dalam diri,,
yang lama terpendam membelenggu rasa tak beertepi,,
membuatku terseret jauh dengan arus tersembunyi,,

disa’at hati mulai berani meluahkan rasa ini,,
ketakutan datang melanda merasuk dalam jiwa,,
membuat rasa ini terpendam hadirkan resah,,
yang bertapa dalam pusaran sukma,,

Puisi Senja Dalam Kerinduan

Adalah senja yang merona
Meneduhkan seisi ruang jiwa
Kala kau datang membawakan cinta

Cinta yang kau benamkan dalam dada
Bersemayam luluhkan segalanya
Begitulah asmara kita
Saat diriku dan dirimu dalam satu ikatan rasa
Menggelora rindu tanpa batasan masa

Hadirmu selalu dalam kegelisahan
Saat hati merapuh tanpa sandaran
Serupa bunga bermekaran
Indah dalam dekapan

Datang dan membayang dalam ingatan
Seraut wajah penuh ketenangan
Anggun kesahajaan dalam penantian

Aku merindu dalam keremangan
Kala senja akan berpulang
Seperti diam dalam kehampaan
Membisu dalam kegundahan

Sementara resah itu mendekap jiwa
Membelenggu batin yang tersiksa
Saat kucari bayangmu diarsiran senja
Menanti hadirmu sapakan rindu di balutan merah jingga

Dan di sini aku melihat bayangan tentang kisah kita
Di bangku tua yang pernah kita singgahi bersama

Ada janji yang tetap terjaga
Ada asa yang membunga
Ada jemarimu yang merengkuh sukma

Bukan merpati yang ingkar di stiap kata dan janji
Bukan pula kenari yang tak lagi bernyanyi
Bukan gemintang atau bahkan rembulan yang tak lagi menyinari

Tak tergoyah secebis hati terberai linang gerimis di paras senja

Meski menghilang warna pelangi di pelipis langit
Lelah lampah tertepis sapaan angin sore

Menyepoi sejuk membuai diantara pias senyum mustikamu

Rona biarlah tak jingga di
ambang petang berkalung mendung

Hadirmu tersunting rindu yang mengembang di taman kalbuku.

Puisi Senja di Penghujung Januari

Kureguk segala gundah dalam hati
Tak kubiarkan gelas-gelas jingga memecahkannya
Pada pendaran petang yang sekian detik akan retak

Sore merengkuh dalam pangkuan gulana
Sesaat sebelum bintang malam datang mengeluh
Pada sayap hitam yang menggulita

Januari berujung seperkian hari lagi
Kisah pun tak henti menutup pada cerita tulisan ini
Yang sendu selalu mengantungi riasan paras kertas

Jejak-jejak pun menjadi pengisi halaman sunyi
Dalam vulome riakan aksara-aksara kecewa
Kutabur kata-kata di penghujung bisu senja

Secarik kalimat menghantarkan kudapan pandangan
Pada lembar pias bola mata berkeringat sedu sedan
Kulayangkan sehelai daun petang mengakhiri pintu kenang

Mungkin itulah yang bisa kami sampaikan terkait dengan kumpulan puisi senja, semoga bisa bermanfaat untuk kalian semua. Oiya jangan lupa berikan komentarnya pada kolom dibawah ya, terimakasih.