Puisi Senyum

Puisi SenyumPuisi Senyum – Meski gerakannya sepele hanya menarik kedua ujung bibir ke atas tetapi jika tidak tulus maka senyum itu tak akan sampai. Senyum tak pernah lepas dari rutinitas kehidupan. Siapa-pun, di mana-pun, dan kapan-pun pastilah ada yang membuat diri tergelitik untuk tersenyum. Entah itu karena melihat hal yang lucu sehingga membuat kita tersenyum atau bahkan tertawa. Bisa juga karena orang yang dicintai melakukan hal yang lucu atau dia menghibur ketika diri merasa sedih, hingga membuat kita tersenyum.

Bisa jadi dia memberikan kejutan yang membuat diri bahagia, misalnya melamar di tengah keruman orang banyak. Senyum-pun memiliki banyak makna dan jenis, ada senyum bisnis di mana senyum itu diberikan agar membuat orang terpikat dan mau membeli atau menuruti semua yang diingikan. Senyum tulus, di mana senyum itu benar-benar sampai ke dalam hati. Biasanya terlihat pada orang yang memang memiliki perasaan tulus atau memang benar-benar tulus menolong.

Senyum palsu, atau senyum pura-pura adalah salah satu sifat orang munafik, di mana dia akan berpura-pura tersenyum saat melihat orang yang di bencinya, namun hatinya justru memaki, mengutuk bahkan menyumpah serapah orang tersebut. Dalam ajaran agama Islam, senyum merupakan ibadah. Tersenyumlah pada semua orang yang ditemui, baik pada orang yang telah di kenal mau-pun yang belum di kenal. Sebab itu merupan ibadah atau sedekah. Namun jangan tersenyum-senyum sendiri karena orang akan berprasangka jika diri mengalami gangguan jiwa atau stress.

Tetapi, ada juga mereka yang focus pada bacaannya entah saat membaca novel, komik, berchating di dunia maya lalu secara spontan tersenyum itu bukan karena mereka gila, tetapi karena ada penyebabnya yang membuat mereka tak bisa menahan senyum. Mereka yang memiliki sifat sombong tak akan mau tersenyum pada orang yang menurutnya tak selevel dengan dirinya. Jangankan tersenyum, menyapa-pun enggan. Mereka hanya akan tersenyum, dan bergaul dengan yang sederajat. Berikut puisi senyum yang bisa kamu simak :

Puisi Senyum Itu Indah

Senyum, ringan tak bersuara
Tapi penuh dengan makna
Senyum, begitu murah
Tapi tak ternilai dengan rupiah

Senyum, tak bertenaga
Tapi besar motivasinya
Senyum, suatu hal yang mudah
Tapi selalu nampak indah

Senyum, suatu hal yang biasa
Tapi memberi dampak yang luar biasa
Senyum, ibadah termudah
Tapi setara dengan sedekah

Senyum, sangat sederhana
Tetapi, dapat mencerahkan suasana
Tersenyumlah, agar semua terasa indah
Meski hidup tak begitu mudah

Puisi Senyum Manismu Hari Ini

Rona senyum mu, aku dapat melihat itu dari kejauhan
Senyum mu, senyum hari ini yang kau berikan
Teramatlah menawan, membuatku tak dapat melupakan
Melupakan senyum hari ini yang kau berikan

Senyum mu hari ini, izinkan aku untuk menyimpan
Menyimpan senyuman mu bersama kiasan
Senyum bukanlah tuntutan
Senyum itu ibadah dengan cara kesederhanaan

Aku ingin engkau setiap hari memberikan  senyuman
Senyuman yang penuh dengan keikhlasan
Rona senyum mu dapat aku lukiskan
Dan aku simpan untuk hiasan

Meskipun nanti kita tak bertemu, ku harap kau tetap memberikan senyuman
Senyuman indah yang dapat terlukiskan
Jangan pernah enggan memberikan sebuah senyuman

Berawal dari senyuman, seseorang sulit untuk melupakan
Dari sebuah senyuman seseorang bisa menjadi kenangan
Dari sebuah senyuman seseorang jatuh cinta dan kasmaran

Puisi Senyum dan Tatapan Matamu

Terlintas di benakku akan senyum manis mu
Terukir senyummu di khayal ku
seakan engkau berada di depanku

Senyum mu begitu memukau hati
Aku terhanyut dalam senyum manismu
Senyum mu memberiku rasa yang berbeda
Rasa yang membuat hari-hari ku menjadi bermakna

Senyum mu seakan tak terlewatkan
Dalam setiap detik waktu yang ku lalui
Dalam setiap ingatan yang ku bayangkan
Karena engkau adalah senyum terindah ku

Matamu memberikan pancaran cahaya yang indah
Mata mu adalah mata yang paling indah yang pernah ku lihat
Sinar matamu membuat hati ku menjadi tenang
Tatapan mata mu mampu menembus dinding serta relung hatiku
Sorot matamu mampu mengalihkan setiap pandangan ku

Mata mu membuat ku merasakan sesuatu
Sesuatu yang tak dapat ku ungkapkan dengan kata
Hanya dengan selembar kertas dan sebuah tinta hitam
Ku mampu untuk mengungkapkan segala rasa yang ada di dalam hati ku

Puisi Senyum Pagi Ini

Selamat pagi
Kukirimkan senyum terindah untukmu pagi ini
Kutau kau butuh keceriaan dipagi hari untuk mendorong semangat
Ku tak punya kopi untuk menemani mu memulai hari

Tapi kupunya senyum tulus untukmu
Ku tak bisa membuatkanmu cokelat
Tapi ku bisa memberimu ucapan selamat pagi
Ayo bangun, segeralah turun dari peraduanmu

Hari ini indah, jangan kau sia-siakan dengan terus menerus menutup mata
Pandangan sekelilingmu
Sampaikan salamku untuk sekitarmu
Sampaikan senyum terbaikmu untuk sekitar

Salurkan aura sukacita agar hidupmu jadi bahagia
Sudahkah kau melihat matahari
Sudahkah kau nikmati hijaunya dedaunan

Sudahkah kau cium udara pagi ini
Sudahkah kau merasa lebih baik pagi ini
Ku tak bisa menemanimu di sana pagi ini
Namun ku tau kau kan tersenyum saat baca story-ku pagi ini

Puisi Senyum Abadi

Beribu kata cinta terucap
Bersama hangatnya canda tawamu
Canda singkat namun getarkan hati
Sikapmu yang perlahan mendekat
Kusambut dengan senyum kepastian

Dua tahun kita saling mengenal
Kisah cinta sepasang muda mudi
Bersama dengan kenangan yang telah terukir
Bukan rupawan bukan juga hartawan
Kepribadianmu yang mampu luluhkan hati ini

Sikapmu selalu tunjukan kasih sayang
Tak dapat kuartikan hubungan ini
Begitu berharga dan sangat bernilai
Sekarang aku hanya bisa berdoa
Semoga cinta kita kan abadi

Kau hiasi dinding hatiku dengan senyummu
Semoga ku selalu hadir dihari spesialmu
Menemani langkahmu menuju kesuksesan
Aku hanya bisa berdua
Semoga senyum ini abadi untukmu

Puisi Senyum di Akhir Kalimat

Di pintu depan, benarkah ia pertemuan? Atau perpisahan?
Kurasa ia adalah perjumpaan
Karena pertemuan adalah awal perpisahan
Dan perpisahan adalah awal pertemuan
Dan mereka berdua adalah bagian pinggir dari perjumpaan

Tidak ada yang sungguh bersama pun berpisah
Begitu air hujan yang masih sesekali datang dalam perjumpaan dengan musim mengajarkan
Musim hujan mengawali kemarau, dan kemarau mengawali musim penghujan
Sorry aku terburu karena hanya ada sedikit waktu, katamu dengan baju berwarna gelap

Aku lalu mengiyakan, dan setelah melewati pintu depan langkah lalu berbeda arah
Aku berbelok ke kiri, lalu belok ke kiri lagi setelah dua belas langkah
Menaiki jembatan penyeberangan, lalu berjalan menuruni tangga di dekat masjid berarsitektur bunga mekar
Tentang bunga yang mekar itu rasanya tidak banyak yang tahu

Orang lebih mengenalnya sebagai masjid berpintu kaca
Perlu berada di ketinggian untuk dapat melihat dan merasakan kelopak yang mekar
Dan menjadi begitu indah ketika dilintasi awan
Oh ya, bukankah kamu melangkah ke kanan?

Menyeberangi jalan dengan banyak tanda larangan dan peraturan untuk dilanggar
Pada awal September tadi, kutemukan kelopak-kelopak yang bermekaran sebelum siang berubah terik dan malam menjadi berangin kuat

Aku tidak menyukai baju berwarna gelap, katamu sebelum mencapai pintu depan
Sebuah senyum kau letakkan pada akhir kalimat
Senyum yang selalu menghilangsirnakan waktuku begitu saja

Semoga bermanfaat kumpulan puisi senyum terbaru diatas.